Pasalnya, Los Merengues di mata pria Belanda itu adalah klub bagus yang berpotensi besar merajai liga mana pun.
Sejak Los Blaugrana diasuh Pep Guardiola, mantan anak asuh Cruyff semasa melatih Barca, pada 2008/09, pasukan ibu kota memang harus selalu puas duduk di pos runner-up pada akhir musim.
"Dari segi kualitas, Real Madrid adalah lawan tersulit, mereka tim hebat," ujar Cruyff kepada AS.
"Tapi sial buat mereka karena harus bermain di liga yang sama dengan Barcelona, karena di liga-liga lain mana pun, mereka akan menjadi tim terbaik."
Di balik pernyataannya, Cruyff toh menilai bahwa laga yang berpotensi menjadi batu sandungan bagi Los Cules bukanlah kontra klub-klub top seperti Madrid, namun justru menghadapi lawan yang di atas kertas lebih lemah.
Terbukti, satu-satunya kekalahan yang diderita El Pep's Team pada musim ini adalah saat melawat ke markas Getafe, yang sekarang 'hanya' menghuni peringkat 12 klasemen.
"Gim paling berbahaya bagi klub bukan melawan Madrid seperti baru-baru ini, karena para pemain tak membutuhkan motivasi, tapi menghadapi tim semacam Getafe."
"Anda tak dapat meminta tim untuk selalu berada dalam kondisi 100 persen sepanjang 365 hari dalam setahun," tandasnya.
Sumber